Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Bilik

 Bilik untuk mengaku segala buruk terbuka, setiap manusia berbaris menahan tangis. Entah bagaimana harus mengungkap gelap gulita, ketika dilapisi begitu banyak beton baja.  Kikuk, semua manusia itu kikuk; bilik terbuka-giliranku, Aku, merobek bola mata, untuk mengeluarkan kata-kata, “spada, dengan siapa disana?” Aku melihat —melihat dengan batin. Bilik ini ada bahkan di setiap hati mahluk yang bernyawa— diriku di dalamnya, duduk kendur di meja makan. Bilik ini tidak terlalu lega, tapi cukup untuk dimasuki lusinan masalah mentah yang siap diolah jadi senyum yang lezat atau obat-obat pereda sedih.  Seingatku, tidak banyak yang dibicarakan oleh aku yang lain waktu itu. "Apa rencanamu selanjutnya?" Singkat, ketus, dan terkesan sok tahu.  Aku berdiri dan memandanginya sinis, berputar dengan satu hingga dua gerakan mantap dan berjalan. Dalam hati: "Sialan! Dia bahkan tidak bertanya kabarku. Dasar congkak!" Aku yang aku keruh, apa yang harus diperbuat selanjutnya? Aku yang...