Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Sedih yang bergulma

Sedih yang awet Sedih yang bergulma Tidak ada yang berubah Bahkan cerai-berai itu Jumlahnya masih sepadan Hujan frontal atau musim dingin Uap-uap panas,  Bau busuk dan serangga Oh sungguh Sungguh sepi yang usang Sedih yang bergulma Lembab dan berhantu Lama tak terawat  Lama tak dikunjungi Sedih yang awet Sedih yang purba Jasad-jasad benci terurai sempurna Kuman-kuman dan mahluk mikro lain Hal ini semakin menambah-nambah Gulma yang awet Gulma-gulma kesedihan Pogung, 9 April 2021 07: 13 WIB

Genggam

 Genggam puisiku. Tikam ke jantungmu sampai segala cemas luruh jadi kue tart dibelah tujuh. Sayat ke nadimu sampai lilinnya meleleh tepat di hari ulang tahunmu kunyahlah riuh dendam di dadamu. Kunyah, Alana. Kuaminkan kebatilanmu. Di  dunia ini bulan tidak selalu diambil dari tangan ibu. Genggam puisiku. Ikat di pagar rumahmu sampai sepi yang seram berubah wujud menjadi rindu paling nyata Peterongan, 6 April 2021 22:50 WIB