Genggam

 Genggam puisiku. Tikam ke jantungmu

sampai segala cemas luruh jadi kue tart

dibelah tujuh. Sayat ke nadimu sampai

lilinnya meleleh tepat di hari ulang tahunmu


kunyahlah riuh dendam di dadamu.

Kunyah, Alana. Kuaminkan kebatilanmu.

Di  dunia ini bulan tidak selalu diambil

dari tangan ibu.


Genggam puisiku. Ikat di pagar rumahmu

sampai sepi yang seram

berubah wujud menjadi

rindu paling nyata


Peterongan, 6 April 2021 22:50 WIB








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Dingin

Sedih yang bergulma