Cinta boleh disebut biasa saja

Diujung gurun selalu ada laut. Tempat bermuara pertemuan-pertemuan. 
Masalah kemanusiaan menjadi komoditi utama disana. Begitu juga bulu hewan, kain sutera dan tanaman petani yang layu. Tempat ini juga banyak tabib-tabib yang hebat, tidak jarang mereka mengobati beberapa masalah seperti kesedihan dan iri dengki. Sangat manjur. 
"Maaf bapak, apakah ada solusi untuk  jatuh cinta? " 
Tanyaku. 
" Sihir selalu ciut ketika bertemu cahaya-cahaya, nak. "
Katanya. 
Akhirnya aku membungkus beberapa sinar bulan untuk di rumah. 
" Kenapa bukan bintang? toh dia lebih terang." 
Katamu. 
" Aku tidak mau kehilangan sihirmu, kekasih. Tapi aku ingin menurunkan pengaruhnya jadi biasa saja."
Mulai saat itu, pelangi terbit diantara gelap malam. 
Dan cinta boleh disebut biasa saja. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Genggam

Merayakan Dingin

Sedih yang bergulma