Kami kanibal dan saling makan
Di suatu tempat entah dimana, aku menemukan perempuan dengan paras yang sangat aku sukai. Awalnya aku tawar wajahnya dengan pengalaman-pengalaman,dia menolak. Kemudian aku tawar hatinya dengan perjanjian-perjanjian, dia membentak. Sampai pada akhirnya aku memberanikan diri untuk meminta sebelah bola matanya dengan sebuah pertukaran minggu lalu.
"Matamu menggiurkan,bolehkah ku minta satu? " Pintaku.
"Boleh, tapi aku butuh hati. Itu bagian favoritku" Sahutnya.
Dia beri mata, aku beri hati.
"Lebih gurih daripada yang sudah sudah."
Dirinya sedikit mengomentari.
"Ah, iya nikmati selagi bisa. Hanya itu yang aku punya, punyamu manis aku belum pernah mencoba mata siapapun sebelumnya" Jawabku.
Tanpa sadar waktu berlalu, dan peristiwa saling makan ini jadi suatu hubungan yang serius. Tanpa perjanjian dan tanpa pengalaman,murni hanya tukar menukar. Dilanjutkan oleh sakit, dan saling minta maaf. Begitu terus. Akhirnya tanpa sadar, kami menjadi kanibal dan saling makan seperti biasa. Sampai kemudian habis menyisakan mulut dan ucapan saling minta maaf.
Meja makan, 20 Juni 2020 23:54 WIB
Komentar
Posting Komentar